![[Image: muke9.jpg]](http://img207.imageshack.us/img207/6831/muke9.jpg)
Di sebuah SMA di kota X telah terjadi pemerkosaan rame-rame yang dilakukan sekelompok siswa sekolah itu terhadap seorang siswi di sekolah yang sama. Kasus itu melibatkan 10 siswa yang diduga berbuat asusila terhadap seorang teman mereka. Maka ke-10 siswa itu digiring ke ruang Kepala Sekolah.
Kasek (kepala sekolah): "Anak-anak, apa benar kalian berhubungan dekat dengan siswi ini, dan kalian memperkosanya rame-rame?"
Murid: (serempak menjawab) "Betul. paaaak."
Tetapi di tengah serempaknya jawaban siswa-siswa itu ada satu suara yang lain.
Kasek: "Hai, kamu. Semua kawanmu sudah ngaku. Kenapa kamu tidak? Kamu banci, ya?"
Murid yang satu: "Sumpah pak!! Sumpah mati disamber gledek, saya tidak mempunyai hubungan dekat sama dia (siswi). Kalau hubungan intim sama dia (sambil menunjuk kepada seorang siswa) saya akui pak!!"
#~#~#~#~#~#~#
"Bu, ibu adalah korban pemerkosaaan. Untuk menjaga sesuatu yang kita tidak inginkan bersama, ibu tidak diizinkan melihat wajah Anton, penjahat yang memperkosa ibu. Dia sudah dipenjara," kata petugas penjara.
"Tapi tolonglah saya, Pak. Saya ingin bertemu beberapa menit saja. Sebab, setelah pemerkosaan itu, saya tidak pernah merasakan kebahagiaan lagi," ujar sang ibu.
"Saya tahu, ibu jadi tertekan setelah pemerkosaan itu," kata penjaga penjara.
"Ya, sebab setelah pemerkosaan itu terjadi, saya baru sadar bahwa ternyata permainan suami saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan permainan Anton, Pak."
~Senyum setiap saat~