Gambar1.1
Gambar1.2
Pada hari paskah tahun 1722, penjelajah Belanda mendarat di Easter Island atau pulau Paskah. Sebuah peradaban yang terisolasi oleh samudera Pasifik seluas 4.000 km akan segera bertemu dengan kebudayaan luar untuk pertama kalinya. Namun para penjelajah Belanda yang tiba di tempat itu menemukan sesuatu yang aneh, sebuah pulau yang dihiasi oleh ratusan patung-patung batu raksasa dan sebuah kebudayaan yang ternyata tidak se-primitif yang mereka kira. Dari mana asal para penduduk tersebut ? Mengapa dan bagaimana caranya mereka membuat patung-patung batu raksasa itu ? Ilmu pengetahuan modern masih berusaha menyusun kepingan-kepingan puzzle itu.
1. Darimana mereka datang?
Ilmu pengetahuan bidang genetika telah berhasil menjawab pertanyaan pertama : Darimanakah para penduduk pulau itu berasal ? dari manakah mereka berlayar ? Pada tahun 1950-an, seorang penjelajah dunia ternama bernama Thor Heyerdahl menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk berlayar dari Amerika Selatan menuju pulau paskah melalui samudera luas. Thor kemudian berteori bahwa para penduduk asli pulau paskah adalah keturunan para penjelajah Amerika Selatan.
Namun teknologi memberikan kesimpulan yang lain. Penelitian terhadap DNA dari sebuah tengkorak yang digali dari pulau itu menunjukkan bahwa DNA itu mengandung sebuah “sidik jari” yang disebut “Motif Polynesia”. Hal ini mengindikasikan bahwa penduduk asli pulau paskah adalah orang polynesia. Para pelaut polynesia berlayar dari barat ke timur, sebuah perjalanan yang menandai permulaan petualangan kaum polynesia. Teori Thor Hayerdahl terbantahkan.
Penelitian lain terhadap artefak pulau paskah dengan menggunakan metode karbon menunjukkan bahwa para pelaut polynesia itu tiba di pulau paskah sekitar tahun 700 Masehi. Dan bukti-bukti menunjukkan bahwa 1.000 tahun kemudian, para polynesian masih hidup terisolasi di pulau berukuran 22 X 11 Km itu.
Para penduduk pulau paskah hidup dari menangkap ikan dan bercocok tanam. Pada awalnya diperkirakan penduduknya berjumlah 12.000 orang. Keberhasilan membangun kebudayaan di tempat itu dimanifestasikan dengan sebuah karya monumental, sebuah karya yang masih menjadi misteri hingga saat ini, yaitu patung moai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar