Sabtu, 21 Agustus 2010

Nao --Robot yang bisa girang dan bersedih

[Image: Nao.jpg]

Manusia akan bisa membangun emosi dan membentuk ikatan bersama robot ke depan. Karena para ilmuwan di Universitas Hertfordshire, Inggris, belum lama ini, menciptakan sebuah robot yang dinamai Nao. Robot ini didesain lengkap dengan mimik untuk menampilkan emosi seperti seorang anak berusia satu tahun.

Mesin itu juga bisa mendeteksi emosi manusia dengan mempelajari bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan bisa membaca suasana hati dengan lebih trampil. Itu bisa terjadi setelah seiring waktu berkembang untuk "mengenal" seseorang. Nao juga bisa mengingat interaksinya dengan orang yang berbeda dan mengingat wajah mereka.

Nao awalnya diciptakan melalui pemodelan menggunakan proses yang dijalani anak manusia dan simpanse ketika masih bayi. Program itu merupakan bagian dari proyek Eropa yang disebut FEELIX Growing dan dipimpin Dr. Lola Canamero, pakar komputer dari Universitas Hertfordshire. "Prilaku ini merupakan model dari apa yang dilakukan anak-anak," kata Canamero seperti dilansir ANTARA.

Program lain yang membuat Nao semakin mirip manusia adalah kemampuannya menunjukkan kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebahagiaan, kegembiraan, dan bangga. Apa lagi jika manusia tidak bisa membuatnya nyaman atau ketika berhadapan dengan situasi penuh tekanan, ia akan kecewa. "Otaknya" memberikan kemampuan untuk mengingat pengalaman baik dan buruk dari masa lalu.

Proyek melibatkan delapan universitas dan perusahaan pembuat robot di seluruh negara Uni Eropa.

Nao

Ilmuwan menciptakan Nao sehingga punya kemampuan yang mirip dengan model proses pengenalan awal pada manusia dan simpanse ketika mereka masih sangat muda.

Nao adalah bagian dari proyek di negara Eropa yang disebut 'FEELIX Growing'--yang dikepalai Lola Canamero, ilmuwan komputer dari Universitas Hertfordshire. Proyek ini merupakan kolaborasi antara delapan universitas dan perusahaan robot di Uni Eropa.

"Perilaku Nao mengikuti model perilaku anak kecil," kata Canamero, seperti dimuat laman Daily Mail. "Ini juga sangat mirip dengan cara simpanse dan primata non-manusia lain mengembangkan ikatan afektif dengan perawat mereka."

Nao diprogram untuk jadi sangat melekat dengan satu individu yang berinteraksi dengannya. Orang itu juga dengan cara tertentu membantu proses belajar Nao.

Nao mampu mengekspresikan rasa marah, takut, sedih, bahagia, gembira dan rasa bangga. Nao akan marah dan merajuk jika manusia di sekelilingnya tak memberinya rasa nyaman. Dia juga marah saat menghadapi stres yang tak dapat diatasi.

Selain itu, otak Nao diprogram untuk mengingat pengalaman baik, juga pengalaman buruk dari masa lalu.

"Kami mengerjakan isyarat non-verbal dan emosi yang dinyatakan melalui postur fisik, perilaku, dan gerakan tubuh, ketimbang dari ekspresi wajah atau ekspresi verbal," kata Canamero.

Para ilmuwan percaya bahwa robot seperti Nao dapat digunakan di masa depan untuk dijadikan perawat bagi orang lanjut usia

Tidak ada komentar:

flag

free counters

Follower